You are currently browsing the category archive for the 'Uncategorized' category.
Pada saat berada di dalam pesawat, kalian sering mengalami goncangan. Goncangan tersebut biasanya terjadi karena adanya turbulensi (turbulence). Turbulensi adalah pergerakan udara yang tidak beraturan yang menghasilkan angina kencang dan pusaran angina. Hal ini dapat terjadi di udara dalam keadaan terang dan dapat pula terjadi secara tidak terduga. Turbulensi bisa terjadi karena berbagai kondisi, misalnya tekanan atmosfer dan badai.
Lebih dari 60% penerbangan harus berhadapan dengan turbulensi yang dihasilkan oleh badai. Para pilot pada umumnya dapat menghindari hal ini dengan mengamati radar. Para ilmuwan dari The National Centre of Atmospheric Research (NCAR) di Amerika bekerjasama dengan NASA telah mengembangkan sebuah softeware khusus yang dapat diintegrasikan dengan radar Doppler yang biasa digunakan pada pesawat. Dengan demikian, para pilot dapat mendeteksi secara dini keberadaan turbulensi yang diakibatkan oleh badai. Salah satu peristiwa turbulensi udara yang sering muncul adalah Clear Air Turbulence. Peristiwa ini biasanya terjadi di posisi yang sangat tinggi, sering kali muncul pada kantong-kantong udara kecil di atmosfer. Jenis turbulensi ini sulit dideteksi bahkan dengan radar sekalipun.
Fenomena munculnya turbulensi saat ini tetap merupakan misteri dalam ilmu atmosfer. Bahkan, peraih hadiah nobel Richacd Feynmann mengatakan, turbulensi merupakan permasalahan fisika klasik yang belumterpecahkan sampai saat ini.
Pernahkah anda bayangkan apa yang terjadi apabila kendaraan yang anda tumpangi bergerak dengan kecepatan sangat tinggi ?, anda akan merasakan kendaraan tersebut terangkat ke atas. Jika hal ini tidak diantisipasi maka roda kendaraan tidak akan mencengkram tanah dan dapat berakibat fatal bagi pengemudi dan penumpang lainnya.
Lalu bagaimana dengan balapan pada Formula 1 ?, apakah pertandingan ini berbahaya ?, mobil-mobil balap F-1 dapat melaju denga kecepatan lebih dari 100 mph (100 mil/jam).
Dengan kecepatan sebesar itu, tentu saja pertadingan ini menjadi sangat berbahaya bagi pengendranya. Walaupun demikian, dengan menggunakan ilmu fisika, kita dapat mengurangi resiko kecelakaan fatal yang mungkin dapat terjadi pada si pembalap. Dengan menggunakan prinsip Bernoulli, kita bisa membuat mobil balap yang bergerak semakin kencang justru semakin tertekan ke tanah. Prinsip yang digunakan sebenarnya mirip dengan apa yang telah diaplikasikan pada pesawat terbang, sayap dirancang sedemikian rupa sehingga udara yang melewati bagian atas sayap melaju lebih cepat daripada bagian bawah sayap, sehingga menghasilkan gaya angkat ke atas. Sebaliknya pada mobil-mobil balap, sayap kendaraan dirancang sedemikian rupa agar udara justru mengalir lebih cepat di bagian bawah daripada di bagian atas. Akibatnya mobil balap tidak akan terangkat ke atas dan laju kendaraan dapat dengan mudah dikontrol
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar Anda